Komunikasi yang nyambung dan interaktif di ruang tamu bisa jadi salah satu ciri keramahan sang tuan rumah. Nah, aksen batik ternyata bisa memperkuat kesan ramah itu.
Batik, budaya menghias kain agar terlihat menarik merupakan salah satu kelebihan yang terpendam dari bangsa Indonesia. Olahannya yang relatif rumit, seolah menggambarkan jalinan perbedaan yang bisa diikat dalam sebuah komposisi keindahan. Batik adalah salah satu bentuk bahasa visual yang indah, yang memberikan makna pada setiap warna dan motifnya. Tak heran, setiap batik memiliki pesan yang berbeda untuk setiap tempat dan setiap suasana.
Anda bisa menempatkan batik di ruang tamu atau ruang keluarga. Kedua ruang ini merupakan ruang interaksi, ruang tempat berbagi cerita dan makna. Tentunya wadah interaksi in semakin bermakna dan inspiratif dengan aksen-aksen batik sebagai background ruang atau elemen ruang. Menempatkan batik di ruang tamu, bisa jadi cara jitu menghidupkan suasana.
Erwin Yap, seorang ahli fengshui dan baca wajah, adalah pemilik ruang tamu ini. Kegemarannya akan batik terbukti di setiap sudut ruang. Selalu ada batik disana. Mulai dari aksen batik di atas poef, di bantal-bantal kursi, dan pada vas bunga hias, semua terkena sentuhan “cinta batik”-nya Erwin Yap. Anda tertarik untuk menghidupkan suasana ramah di ruang tamu? Cara ini bisa dicoba. (Source: iDEA/Indra Zaka Permana, Foto: Dean Martin Saerang)
Rabu, 08 Desember 2010
Tip Menyatukan Dapur dan Ruang Keluarga
Mungkin banyak di antara Anda yang memiliki rumah bertipe kecil. Disebut bertipe kecil jika ukuran total bangunan di bawah 60m2. Karena mungil, jelas saja, ruang-ruang di dalamnya juga kecil. Bagi desainer interior, ini merupakan tantangan. Mereka dituntut untuk dapat menata ruang semaksimal mungkin. Caranya beragam, tergantung kreativitas si desainer interior itu.
Pada foto yang kami hadirkan, ada penataan dapur bersanding dengan ruang keluarga. Kedua ruang berada pada satu area berukuran 6mx3m. Di sana ada satu set furnitur yang mengisi ruang keluarga dan satu kitchen set di bagian belakangnya. Inilah salah satu solusi penggabungan dapur dan ruang keluarga pada rumah mungil. Hasilnya adalah ruang keluarga yang sedap dipandang dan dapur yang fungsional.
Furnitur ruang keluarga, terdiri atas sofa, dan panel plus meja TV yang menempel di dinding. Sedangkan satu kitchen set dapur terdiri dari kabinet atas dan bawah, serta satu meja bar yang bisa digunakan juga untuk makan. Uniknya, kedua ruang ini seolah menyatu dengan satu point of interest yang sama yaitu hiburan TV dari ruang keluarga.
Bagi Anda yang ‘ditakdirkan’ untuk punya ruang seluas ini, jangan buru-buru beli furnitur di toko, yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan luasan ruang Anda. Furnitur yang dipesan khusus bisa jadi salah satu pilihan untuk mengisi dan memperindah interior ruangan. Furnitur ini biasanya kini menjadi tawaran menarik developer baru yang sedang menjual produk rumahnya. Ruang ini salah satu contohnya, adalah bagian dari rumah contoh tipe 36. Desain rumah minimalis diimbangi dengan desain interior yang minimalis. Anda pun tertarik bukan untuk memiliki ruang seperti ini? (Source: iDEA/Indra Zaka Permana)
Pada foto yang kami hadirkan, ada penataan dapur bersanding dengan ruang keluarga. Kedua ruang berada pada satu area berukuran 6mx3m. Di sana ada satu set furnitur yang mengisi ruang keluarga dan satu kitchen set di bagian belakangnya. Inilah salah satu solusi penggabungan dapur dan ruang keluarga pada rumah mungil. Hasilnya adalah ruang keluarga yang sedap dipandang dan dapur yang fungsional.
Furnitur ruang keluarga, terdiri atas sofa, dan panel plus meja TV yang menempel di dinding. Sedangkan satu kitchen set dapur terdiri dari kabinet atas dan bawah, serta satu meja bar yang bisa digunakan juga untuk makan. Uniknya, kedua ruang ini seolah menyatu dengan satu point of interest yang sama yaitu hiburan TV dari ruang keluarga.
Bagi Anda yang ‘ditakdirkan’ untuk punya ruang seluas ini, jangan buru-buru beli furnitur di toko, yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan luasan ruang Anda. Furnitur yang dipesan khusus bisa jadi salah satu pilihan untuk mengisi dan memperindah interior ruangan. Furnitur ini biasanya kini menjadi tawaran menarik developer baru yang sedang menjual produk rumahnya. Ruang ini salah satu contohnya, adalah bagian dari rumah contoh tipe 36. Desain rumah minimalis diimbangi dengan desain interior yang minimalis. Anda pun tertarik bukan untuk memiliki ruang seperti ini? (Source: iDEA/Indra Zaka Permana)
Dapur Nyaman untuk Memasak dan Bersantap
Desain dapur ini biasa saja, tidak terlalu unik atau istimewa. Fungsinya juga sama seperti dapur-dapur lain: untuk memasak dan sesekali bersantap di meja peninsulanya. Tapi, Anda akan merasa nyaman berada di dalamnya. Apa yang membuatnya demikian?
Rasa nyaman datang karena dapur ini didesain sesuai kebutuhan pemiliknya. Coba lihat pengaturan rak dan kabinetnya, sesuai dengan banyak dan jenis perabot dapur yang ada, tidak sekadar membuat kitchen set . Dengan demikian dapur pun tampil rapi, meskipun seperti Anda lihat, ada banyak barang ditempatkan di sini.
Kesan hangat hadir dari penggunaan kayu, entah warnanya, bisa juga motifnya. Bukan rahasia bahwa kayu selalu berhasil membawa suasana hangat ke ruangan. Motif dan warna kayu tidak hanya menghiasi kabinet dan rak, pun dinding dapur ini. Penggunaan panel-panel tipis dari kayu, yang sengaja tidak dibuat memenuhi seluruh dinding, menciptakan kesan "khusus" bagi area masak memasak ini.
Meski tampaknya sederhana, kalau Anda jeli, pasti bisa menangkap sentuhan-sentuhan atraktif di sini. Ada area ber-back panel kaca. Di area tersebut kabinet laci dibuat berkaki. Ada juga permainan kaca bertekstur pada pintu kabinet atas. Menarik, kan? Tidak lupa sentuhan-sentuhan hijau dan segar dari tanaman artifisial. Pun penataan lampu-lampu yang mendukung kegiatan di dapur.
Dengan dapur seperti ini, menjamu kerabat tidak lagi cuma bisa dilakukan di ruang tamu atau ruang keluarga. Dapur pun bisa jadi kandidat kuat. Cobalah! (Source: iDEA/ Ricardo de Melo,
Lokasi: Dapur milik A. R. Sofyan, SE. Ak dan Ir. Yossi Hilda, Kemang Regency, Bekasi)
Rasa nyaman datang karena dapur ini didesain sesuai kebutuhan pemiliknya. Coba lihat pengaturan rak dan kabinetnya, sesuai dengan banyak dan jenis perabot dapur yang ada, tidak sekadar membuat kitchen set . Dengan demikian dapur pun tampil rapi, meskipun seperti Anda lihat, ada banyak barang ditempatkan di sini.
Kesan hangat hadir dari penggunaan kayu, entah warnanya, bisa juga motifnya. Bukan rahasia bahwa kayu selalu berhasil membawa suasana hangat ke ruangan. Motif dan warna kayu tidak hanya menghiasi kabinet dan rak, pun dinding dapur ini. Penggunaan panel-panel tipis dari kayu, yang sengaja tidak dibuat memenuhi seluruh dinding, menciptakan kesan "khusus" bagi area masak memasak ini.
Meski tampaknya sederhana, kalau Anda jeli, pasti bisa menangkap sentuhan-sentuhan atraktif di sini. Ada area ber-back panel kaca. Di area tersebut kabinet laci dibuat berkaki. Ada juga permainan kaca bertekstur pada pintu kabinet atas. Menarik, kan? Tidak lupa sentuhan-sentuhan hijau dan segar dari tanaman artifisial. Pun penataan lampu-lampu yang mendukung kegiatan di dapur.
Dengan dapur seperti ini, menjamu kerabat tidak lagi cuma bisa dilakukan di ruang tamu atau ruang keluarga. Dapur pun bisa jadi kandidat kuat. Cobalah! (Source: iDEA/ Ricardo de Melo,
Lokasi: Dapur milik A. R. Sofyan, SE. Ak dan Ir. Yossi Hilda, Kemang Regency, Bekasi)
Sabtu, 20 November 2010
Rock Garden: Desain Taman Hemat Tanaman
Umumnya, taman adalah sekumpulan tanaman yang ditanam di satu area untuk mendapatkan kesan sejuk, teduh, dan nyaman. Tapi, bagaimana dengan rock garden (taman batu)?
Rock garden merupakan desain taman yang unik. Sebab, dalam pengaplikasiannya lebih banyak unsur material keras dibandingkan material lembut. Dalam arti, material yang banyak digunakan lebih pada batu-batuan dan pasir ketimbang unsur tanamannya. Menurut arsitek lanskap Nirwono Yoga, umumnya kita mengenal jenis rock garden sebagai taman yang komposisinya menggunakan media keras, seperti pasir, batubatu koral, dan kerikil.
Hal serupa dikatakan arsitek lanskap Giwo Rubianto. Menurut dia, rock garden memiliki media tanam yang berbeda dari jenis taman yang biasa penghuni rumah aplikasikan. ”Jika biasanya yang kita siapkan adalah tanah, rumput, dan lain-lain, pada rock garden yang kita siapkan adalah elemen-elemen keras seperti batu koral, pasir, batu bata, dan ijuk,” kata Giwo. Bisa dikatakan, komposisinya 60–70 persen taman ini menggunakan batu koral dan pasir, sisanya baru mengaplikasikan tanaman.
Lantas, seperti apa cara mengaplikasikan taman jenis ini? Nirwono menuturkan, untuk membuat rock garden, yang pertama kali harus diperhatikan adalah letak serta ukuran lahannya. Biasanya rock garden diaplikasikan di dalam rumah berdampingan dengan inner court. Meski demikian, ada juga kok yang meletakkannya di halaman depan atau belakang rumah. Hanya karena karakternya kering, bila diaplikasikan di halaman depan rumah akan memengaruhi kesan bangunan utama.
Sementara untuk ukurannya, taman kering ini umumnya jarang diaplikasikan dalam skala lahan yang luas. Lagi-lagi, alasannya karakter taman tersebut. ”Karena itu, cukup dengan lahan 1x2 meter atau 5 meter persegi kita sudah dapat membuat taman ini,” ujar Nirwono.
Lantaran itu pula, taman kering memerlukan elemen pendukung guna memperlembut karakternya. Nirwono menyarankan, Anda boleh menambahkan unsur tanaman dan air pada taman ini. Dengan catatan, pastikan tanaman itu memiliki karakter yang hampir sama. Maksudnya, tanaman tahan terhadap panas dan tidak membutuhkan perawatan secara khusus. Ambil contoh kaktus, tanaman soka, atau jenis tanaman kering lain.
Untuk memberi sentuhan segar dan indah, tidak ada salahnya Anda mengaplikasikan tanaman berbunga. Bila tidak memungkinkan, Anda boleh memilih tanaman yang karakter daunnya indah dan tebal, atau pilih bentuk batang yang indah. ”Dengan catatan, tetap harus pilih yang karakternya hampir sama dengan tanaman lain,” timpal Giwo.
Anda juga dapat menambahkan unsur lain di taman itu. Ambil contoh aplikasi air mancur atau buatlah kolam-kolam kecil. Untuk ukurannya, Anda bisa sesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Yang terpenting, tujuan dibuatnya kolam atau air mancur itu untuk memperlembut dan menyegarkan rock garden.
Agar taman kering ini baik secara estetika dan secara fungsional, sebaiknya sesuaikan konsep taman dengan karakter bangunan rumah. Hal tersebut disampaikan oleh arsitek Nunung Adywijaya. Menurut dia, rock garden memiliki keterkaitan dengan konsep rumah atau lebih tepatnya rock garden haruslah bertema supaya dalam penerapannya tidak berkesan asal-asalan.
”Jangan lupa, kesan natural juga harus menjadi pertimbangan. Terkadang orang mengistilahkan taman ini sebagai taman kering sehingga penunjang kesan natural dan alami kerap tidak diperhatikan,” katanya.
Begitu pun saat memilih elemen keras yang ingin digunakan. Pasti bukan sembarang kerikil atau batu yang Anda gunakan. Dalam hal ini Anda harus cermat memilih jenis batu yang hendak digunakan, misalnya batu koral, batu granit, atau batu-batu yang besar. Sementara soal besarannya, Anda dapat mengaturnya sesuai konsep awal taman ini. Ambil contoh, pilih batu dengan jenis yang sama namun ukurannya dipilih berbeda. Tinggal bagaimana cara Anda mengomposisikannya.
Contoh, sebut Nunung, untuk batu besar pilih beberapa yang ukurannya besar dan berwarna gelap. Sementara untuk batu-batu kecil, Anda dapat menggunakan koral dengan pilihan berbagai warna. ”Semua kembali lagi ke konsepnya. Jika yang diusung konsep minimalis, warna yang dipilih jangan terlalu banyak. Cukup dua atau pilih yang warnanya netral. Sebab, terlalu banyak warna malah bisa memunculkan kesan maksimalis,” papar Nunung. (source: SINDO//tty)
Rock garden merupakan desain taman yang unik. Sebab, dalam pengaplikasiannya lebih banyak unsur material keras dibandingkan material lembut. Dalam arti, material yang banyak digunakan lebih pada batu-batuan dan pasir ketimbang unsur tanamannya. Menurut arsitek lanskap Nirwono Yoga, umumnya kita mengenal jenis rock garden sebagai taman yang komposisinya menggunakan media keras, seperti pasir, batubatu koral, dan kerikil.
Hal serupa dikatakan arsitek lanskap Giwo Rubianto. Menurut dia, rock garden memiliki media tanam yang berbeda dari jenis taman yang biasa penghuni rumah aplikasikan. ”Jika biasanya yang kita siapkan adalah tanah, rumput, dan lain-lain, pada rock garden yang kita siapkan adalah elemen-elemen keras seperti batu koral, pasir, batu bata, dan ijuk,” kata Giwo. Bisa dikatakan, komposisinya 60–70 persen taman ini menggunakan batu koral dan pasir, sisanya baru mengaplikasikan tanaman.
Lantas, seperti apa cara mengaplikasikan taman jenis ini? Nirwono menuturkan, untuk membuat rock garden, yang pertama kali harus diperhatikan adalah letak serta ukuran lahannya. Biasanya rock garden diaplikasikan di dalam rumah berdampingan dengan inner court. Meski demikian, ada juga kok yang meletakkannya di halaman depan atau belakang rumah. Hanya karena karakternya kering, bila diaplikasikan di halaman depan rumah akan memengaruhi kesan bangunan utama.
Sementara untuk ukurannya, taman kering ini umumnya jarang diaplikasikan dalam skala lahan yang luas. Lagi-lagi, alasannya karakter taman tersebut. ”Karena itu, cukup dengan lahan 1x2 meter atau 5 meter persegi kita sudah dapat membuat taman ini,” ujar Nirwono.
Lantaran itu pula, taman kering memerlukan elemen pendukung guna memperlembut karakternya. Nirwono menyarankan, Anda boleh menambahkan unsur tanaman dan air pada taman ini. Dengan catatan, pastikan tanaman itu memiliki karakter yang hampir sama. Maksudnya, tanaman tahan terhadap panas dan tidak membutuhkan perawatan secara khusus. Ambil contoh kaktus, tanaman soka, atau jenis tanaman kering lain.
Untuk memberi sentuhan segar dan indah, tidak ada salahnya Anda mengaplikasikan tanaman berbunga. Bila tidak memungkinkan, Anda boleh memilih tanaman yang karakter daunnya indah dan tebal, atau pilih bentuk batang yang indah. ”Dengan catatan, tetap harus pilih yang karakternya hampir sama dengan tanaman lain,” timpal Giwo.
Anda juga dapat menambahkan unsur lain di taman itu. Ambil contoh aplikasi air mancur atau buatlah kolam-kolam kecil. Untuk ukurannya, Anda bisa sesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Yang terpenting, tujuan dibuatnya kolam atau air mancur itu untuk memperlembut dan menyegarkan rock garden.
Agar taman kering ini baik secara estetika dan secara fungsional, sebaiknya sesuaikan konsep taman dengan karakter bangunan rumah. Hal tersebut disampaikan oleh arsitek Nunung Adywijaya. Menurut dia, rock garden memiliki keterkaitan dengan konsep rumah atau lebih tepatnya rock garden haruslah bertema supaya dalam penerapannya tidak berkesan asal-asalan.
”Jangan lupa, kesan natural juga harus menjadi pertimbangan. Terkadang orang mengistilahkan taman ini sebagai taman kering sehingga penunjang kesan natural dan alami kerap tidak diperhatikan,” katanya.
Begitu pun saat memilih elemen keras yang ingin digunakan. Pasti bukan sembarang kerikil atau batu yang Anda gunakan. Dalam hal ini Anda harus cermat memilih jenis batu yang hendak digunakan, misalnya batu koral, batu granit, atau batu-batu yang besar. Sementara soal besarannya, Anda dapat mengaturnya sesuai konsep awal taman ini. Ambil contoh, pilih batu dengan jenis yang sama namun ukurannya dipilih berbeda. Tinggal bagaimana cara Anda mengomposisikannya.
Contoh, sebut Nunung, untuk batu besar pilih beberapa yang ukurannya besar dan berwarna gelap. Sementara untuk batu-batu kecil, Anda dapat menggunakan koral dengan pilihan berbagai warna. ”Semua kembali lagi ke konsepnya. Jika yang diusung konsep minimalis, warna yang dipilih jangan terlalu banyak. Cukup dua atau pilih yang warnanya netral. Sebab, terlalu banyak warna malah bisa memunculkan kesan maksimalis,” papar Nunung. (source: SINDO//tty)
Sistem Udara Alami pada Rumah Tropis
Sistem udara alami yang ideal pada rumah tropis dapat diciptakan dengan mempertimbangkan 3 prinsip desain, yakni penerapan model atap bertingkat, bukaan yang tepat (seperti letak jendela, lubang ventilasi, dan klerestori), dan ruang-ruang ber-void. Simak bagaimana prinsip-prinsip ini saling bersinergi menghasilkan rumah tropis yang sejuk.
Memakai Sopi-sopi
Rumah ini terdiri dari 3 lantai; lantai 2 dan 3 berupa mezanin (sebagian lantai di bagian depan dihilangkan). Setiap lantai mezanin diberi atap sehingga bentuk atapnya bertingkat. Model seperti ini bertujuan memudahkan dibuatnya bukaan untuk mengalirkan udara. Setiap atap panjangnya dilebihkan untuk menghindari tampias karena adanya bukaan-bukaan.
Struktur utama atap bertingkat ini menggunakan dinding sopi-sopi beton. Sebenarnya kuda-kuda atap kayu atau baja juga bisa digunakan, namun sopi-sopi dipilih karena plafon interior dirancang mengikuti kemiringan atap. Penggunaan sopi-sopi diharapkan dapat memberikan kesan bersih dan luas.
Karena ada klerestori (jendela dekat atap), maka perlu ada balok melintang tambahan untuk menopangnya. Atap lainnya adalah atap tambahan atau teritisan berupa struktur balok konsol, misalnya pada balkon atau jendela di lantai bawah.
Meletakkan Lubang Ventilasi
Prinsip mengalirkan udara di rumah adalah adanya ventilasi silang yang dapat dicapai dengan meletakkan bukaan-bukaan yang saling berseberangan dan berbeda ukuran. Cara tersebut dapat menciptakan perbedaan tekanan sehingga udara bisa mengalir (prinsip terjadinya angin).
Pergerakan udara di rumah ini didesain agar bisa mengalir secara horizontal maupun vertikal. Aliran horizontal terjadi karena adanya jendela dan lubang-lubang ventilasi yang letaknya saling berseberangan di dua sisi dinding. Selain itu, ada pula klerestori, yaitu jendela yang terletak di bagian atas dinding yang menempel tepat di bawah atap. Setiap lantai memiliki bukaan, semuanya dinaungi oleh teritisan atap agar tidak tampias.
Membuka Sebagian Lantai
Andrieansjah, arsitek rumah ini, menyatakan, perlu ada void untuk mengalirkan udara secara vertikal. Void dapat terbentuk karena sebagian lantai di lantai 2 dan 3 dibiarkan terbuka (lantai mezanin). Perpaduan void dan klerestori bisa membuat udara panas yang masuk ke dalam ruang dapat terangkat ke atas (melalui void) dan keluar melalui klerestori (seperti proses aliran udara pada cerobong) sehingga udara di dalam jadi lebih dingin.
Selain untuk mengalirkan udara, void berguna untuk memasukkan cahaya alami yang diteruskan sampai ke lantai bawah. Efek dari hilangnya sebagian lantai ini juga menciptakan suasana yang luas dan terbuka.(source: kompas.com)
LOKASI: KEDIAMAN KEL. IMAN RAMADHAN SIREGAR, PAMULANG
ARSITEK: ANDRIEANSJAH (FINALIS IAI AWARD 2005)
FOTO: DOK. IAI PUSAT
Memakai Sopi-sopi
Rumah ini terdiri dari 3 lantai; lantai 2 dan 3 berupa mezanin (sebagian lantai di bagian depan dihilangkan). Setiap lantai mezanin diberi atap sehingga bentuk atapnya bertingkat. Model seperti ini bertujuan memudahkan dibuatnya bukaan untuk mengalirkan udara. Setiap atap panjangnya dilebihkan untuk menghindari tampias karena adanya bukaan-bukaan.
Struktur utama atap bertingkat ini menggunakan dinding sopi-sopi beton. Sebenarnya kuda-kuda atap kayu atau baja juga bisa digunakan, namun sopi-sopi dipilih karena plafon interior dirancang mengikuti kemiringan atap. Penggunaan sopi-sopi diharapkan dapat memberikan kesan bersih dan luas.
Karena ada klerestori (jendela dekat atap), maka perlu ada balok melintang tambahan untuk menopangnya. Atap lainnya adalah atap tambahan atau teritisan berupa struktur balok konsol, misalnya pada balkon atau jendela di lantai bawah.
Meletakkan Lubang Ventilasi
Prinsip mengalirkan udara di rumah adalah adanya ventilasi silang yang dapat dicapai dengan meletakkan bukaan-bukaan yang saling berseberangan dan berbeda ukuran. Cara tersebut dapat menciptakan perbedaan tekanan sehingga udara bisa mengalir (prinsip terjadinya angin).
Pergerakan udara di rumah ini didesain agar bisa mengalir secara horizontal maupun vertikal. Aliran horizontal terjadi karena adanya jendela dan lubang-lubang ventilasi yang letaknya saling berseberangan di dua sisi dinding. Selain itu, ada pula klerestori, yaitu jendela yang terletak di bagian atas dinding yang menempel tepat di bawah atap. Setiap lantai memiliki bukaan, semuanya dinaungi oleh teritisan atap agar tidak tampias.
Membuka Sebagian Lantai
Andrieansjah, arsitek rumah ini, menyatakan, perlu ada void untuk mengalirkan udara secara vertikal. Void dapat terbentuk karena sebagian lantai di lantai 2 dan 3 dibiarkan terbuka (lantai mezanin). Perpaduan void dan klerestori bisa membuat udara panas yang masuk ke dalam ruang dapat terangkat ke atas (melalui void) dan keluar melalui klerestori (seperti proses aliran udara pada cerobong) sehingga udara di dalam jadi lebih dingin.
Selain untuk mengalirkan udara, void berguna untuk memasukkan cahaya alami yang diteruskan sampai ke lantai bawah. Efek dari hilangnya sebagian lantai ini juga menciptakan suasana yang luas dan terbuka.(source: kompas.com)
LOKASI: KEDIAMAN KEL. IMAN RAMADHAN SIREGAR, PAMULANG
ARSITEK: ANDRIEANSJAH (FINALIS IAI AWARD 2005)
FOTO: DOK. IAI PUSAT
Rumah Minimalis: Sederhana namun Manis
Desain rumah minimalis semakin digemari saja. Karakternya yang simpel dan fungsional cocok masyarakat di wilayah perkotaan, terutama mereka yang lahannya terbatas.
Konsep minimalis muncul untuk meminimalkan bentuk-bentuk yang ada pada zaman dulu. Zaman dulu profil dengan ukiran yang sangat detail mendominasi bentuk bangunan, interior, maupun eksteriornya. Kini minimalis hadir dengan detail sederhana, namun tidak menghilangkan keindahannya. “Semisal, dulu serat kayu dibentuk menjadi profil. Sekarang kayu bisa digunakan untuk bidang datar,” ujar desainer interior Khairul Anwar.
Beberapa kelebihan yang terdapat dari desain ini adalah pengerjaannya yang cepat dengan biaya minim. “Jadi, meski pengerjaannya cepat dengan biaya yang minim, si penghuni rumah tetap mendapatkan rumah indah yang fungsional.”
Kelebihan lainnya, pada dasarnya konsep ini tidak kalah mewah dengan konsep bangunan lain. Sebab, walaupun dari biaya struktur pembangunan desain minimalis terbilang minim, tapi konsep ini dipermewah dengan elemen dekoratifnya.
Tak ayal, konsep ini pun tidak kalah jika dibandingkan dengan konsep bangunan lain. Ambil contoh, penutup lantainya yang menggunakan lantai granit atau lantai parquet.
Sementara kelemahannya, konsep ini terbilang monoton karena tidak banyak yang dapat dieksplorasi dari bentuk bangunannya. Konsep ini hanya fokus pada bentuk garis-garis dan kotak yang simpel. Kalaupun ingin berkreasi, si penghuni hanya bisa melakukannya pada desain interiornya. Namun, tak lantas juga jadi berlebihan, karena yang berlebihan juga tidak baik. Menilik dari bentuk bangunannya, konsep ini lebih banyak menampilkan kesederhanaan yang tampak pada fasad bangunan.
Seperti, tidak adanya profil dan berbagai ornamen atau segala sesuatu yang menampilkan ukiran detail yang menonjol. Konsep ini lebih banyak menampilkan unsur garis-garis atau kotak yang sederhana. Begitu pun dalam hal warna,minimalis banyak mengusung warna-warna netral dan tidak mencolok.
Seperti abu-abu, hitam, dan putih. Kalaupun terdapat warna yang menonjol pada fasad bangunan, biasanya hal itu digunakan sebagai aksen. Sebab, kecenderungan konsep ini yang monoton. Nah, untuk membedakannya, biasanya si penghuni menggunakan aksen sebagai pembeda atau focal point bangunan rumah. Contohnya, menyisipkan warna terang seperti merah atau warna lain.
Dengan catatan tidak merusak estetika bangunan rumah. Sementara desain interiornya, konsep ini lebih banyak menghilangkan unsur sekat yang masif seperti dinding beton. Kalaupun ingin menggunakan sekat, Khairul menyatakan, biasanya pengguna konsep ini lebih banyak menggunakan sekat seperti partisi dan jenis sekat yang mudah dipindah jika si penghuninya bosan.
Selain itu, biasanya juga untuk menyatukan dua fungsi ruang. Proses penyatuan dua ruang pun bukan asal, si penghuni harus memerhatikan kesinambungan fungsi ruang atau grouping-nya. Semisal, berdasarkan pola aktivitas yang sejenis. Jika penyatuan dua fungsi ruangan yang berbeda tidak memerhatikan faktor tersebut, nantinya tetap akan ada material atau unsur interior tertentu yang harus membatasi dua fungsi yang berbeda (tapi bukan berarti dinding). Contohnya, menyatukan ruang dapur dan ruang makan, menyatukan ruang tamu dan ruang keluarga.
Permasalahan terjadi ketika dalam penerapannya penyatuan dua ruang tersebut tidak berjalan maksimal sesuai dengan fungsinya. Dalam hal ini, arsitek Briyan Talaosa menyarankan, Anda harus menerapkan marking yang jelas. Caranya, Anda bisa membuat bentuk dari ceiling, lighting, atau permainan ketinggian furnitur serta detail aksesori interior lainnya. Cara lain, dalam pengelompokan atau penyatuan dua fungsi ruangan batas imajiner sebaiknya Anda tetap ciptakan menggunakan unsurunsur pembentuk ruangan. (source: SINDO)
Konsep minimalis muncul untuk meminimalkan bentuk-bentuk yang ada pada zaman dulu. Zaman dulu profil dengan ukiran yang sangat detail mendominasi bentuk bangunan, interior, maupun eksteriornya. Kini minimalis hadir dengan detail sederhana, namun tidak menghilangkan keindahannya. “Semisal, dulu serat kayu dibentuk menjadi profil. Sekarang kayu bisa digunakan untuk bidang datar,” ujar desainer interior Khairul Anwar.
Beberapa kelebihan yang terdapat dari desain ini adalah pengerjaannya yang cepat dengan biaya minim. “Jadi, meski pengerjaannya cepat dengan biaya yang minim, si penghuni rumah tetap mendapatkan rumah indah yang fungsional.”Kelebihan lainnya, pada dasarnya konsep ini tidak kalah mewah dengan konsep bangunan lain. Sebab, walaupun dari biaya struktur pembangunan desain minimalis terbilang minim, tapi konsep ini dipermewah dengan elemen dekoratifnya.
Tak ayal, konsep ini pun tidak kalah jika dibandingkan dengan konsep bangunan lain. Ambil contoh, penutup lantainya yang menggunakan lantai granit atau lantai parquet.
Sementara kelemahannya, konsep ini terbilang monoton karena tidak banyak yang dapat dieksplorasi dari bentuk bangunannya. Konsep ini hanya fokus pada bentuk garis-garis dan kotak yang simpel. Kalaupun ingin berkreasi, si penghuni hanya bisa melakukannya pada desain interiornya. Namun, tak lantas juga jadi berlebihan, karena yang berlebihan juga tidak baik. Menilik dari bentuk bangunannya, konsep ini lebih banyak menampilkan kesederhanaan yang tampak pada fasad bangunan.
Seperti, tidak adanya profil dan berbagai ornamen atau segala sesuatu yang menampilkan ukiran detail yang menonjol. Konsep ini lebih banyak menampilkan unsur garis-garis atau kotak yang sederhana. Begitu pun dalam hal warna,minimalis banyak mengusung warna-warna netral dan tidak mencolok.
Seperti abu-abu, hitam, dan putih. Kalaupun terdapat warna yang menonjol pada fasad bangunan, biasanya hal itu digunakan sebagai aksen. Sebab, kecenderungan konsep ini yang monoton. Nah, untuk membedakannya, biasanya si penghuni menggunakan aksen sebagai pembeda atau focal point bangunan rumah. Contohnya, menyisipkan warna terang seperti merah atau warna lain.
Dengan catatan tidak merusak estetika bangunan rumah. Sementara desain interiornya, konsep ini lebih banyak menghilangkan unsur sekat yang masif seperti dinding beton. Kalaupun ingin menggunakan sekat, Khairul menyatakan, biasanya pengguna konsep ini lebih banyak menggunakan sekat seperti partisi dan jenis sekat yang mudah dipindah jika si penghuninya bosan.
Selain itu, biasanya juga untuk menyatukan dua fungsi ruang. Proses penyatuan dua ruang pun bukan asal, si penghuni harus memerhatikan kesinambungan fungsi ruang atau grouping-nya. Semisal, berdasarkan pola aktivitas yang sejenis. Jika penyatuan dua fungsi ruangan yang berbeda tidak memerhatikan faktor tersebut, nantinya tetap akan ada material atau unsur interior tertentu yang harus membatasi dua fungsi yang berbeda (tapi bukan berarti dinding). Contohnya, menyatukan ruang dapur dan ruang makan, menyatukan ruang tamu dan ruang keluarga.
Permasalahan terjadi ketika dalam penerapannya penyatuan dua ruang tersebut tidak berjalan maksimal sesuai dengan fungsinya. Dalam hal ini, arsitek Briyan Talaosa menyarankan, Anda harus menerapkan marking yang jelas. Caranya, Anda bisa membuat bentuk dari ceiling, lighting, atau permainan ketinggian furnitur serta detail aksesori interior lainnya. Cara lain, dalam pengelompokan atau penyatuan dua fungsi ruangan batas imajiner sebaiknya Anda tetap ciptakan menggunakan unsurunsur pembentuk ruangan. (source: SINDO)
Jumat, 19 November 2010
Christmas Tree Room decorating
Here are some simple steps to create a Shabby Chic Cottage Christmas by turning your house or apartment in a place of warmth this season!
1. Choose a palette of colors - white and cream are the basic colors for Shabby Chic style Christmas decorations and projects. They can be used either for creating themes casual or elegant. White can be used cans or warm up with beautiful pastels like pink, blue or lavender.
2. Fabrics - Using beautiful vintage inspired floral fabrics to meet your Christmas colors. Would improve and elegant damask theme, while padded quilted flowers, White Denim and cans are used for tablecloths and napkins clean cloth for a more casual setting.
3. China - Set your table with China wrong memory stick to your theme. Fri boxes that are made cheaply with the help of your local thrift shops and flea markets. Using simple flat white with accents of flowers in china seriously add a special charm of Christmas Shabby chic.
4. Candles / Lighting - IllumiWhite treenated Christmas lights is a crucial element in creating the atmosphere of heat. tree lamps are ideal for doors and coats. A chandelier adorned with glass prism reflects light. Candles of different sizes, beautifully rendered in old barrels or saucers will add extra Die
5. Christmas Tree Decoration / Floral - When entertaining guests, fresh flowers as Finishing Touches anywhere in your home. A bunch a flower here and there. Use of interesting things to show them in pots as tea, bottles, bottles of water. A single white rose in a small vase next to the sink in the bathroom remind your friends and family that you care about every detail.
6. Pillows - Set your decorative pillows with floral white or cream chairs, benches, and an unexpected areas inviting comfortable atmosphere, while adding an extra seat.
7. Cushion covers - If you have no furniture and slip-covered and pre-made covers are relatively inexpensive boxes purchased in various stores. The benefits of your furniture covers protect your furniture during the holiday season occasional spill. Just take off and throw them in your washing machine, Pls your guests have left.
decoration in a shabby chic cottage Brings joy and elegance of the Christmas holidays. It is a charming family, friendly, and relatively inexpensive. Decorate with the things you love and warmth of the season fill your home seriously. Happy Holidays from our house to yours.
1. Choose a palette of colors - white and cream are the basic colors for Shabby Chic style Christmas decorations and projects. They can be used either for creating themes casual or elegant. White can be used cans or warm up with beautiful pastels like pink, blue or lavender.
2. Fabrics - Using beautiful vintage inspired floral fabrics to meet your Christmas colors. Would improve and elegant damask theme, while padded quilted flowers, White Denim and cans are used for tablecloths and napkins clean cloth for a more casual setting.
3. China - Set your table with China wrong memory stick to your theme. Fri boxes that are made cheaply with the help of your local thrift shops and flea markets. Using simple flat white with accents of flowers in china seriously add a special charm of Christmas Shabby chic.
4. Candles / Lighting - IllumiWhite treenated Christmas lights is a crucial element in creating the atmosphere of heat. tree lamps are ideal for doors and coats. A chandelier adorned with glass prism reflects light. Candles of different sizes, beautifully rendered in old barrels or saucers will add extra Die
5. Christmas Tree Decoration / Floral - When entertaining guests, fresh flowers as Finishing Touches anywhere in your home. A bunch a flower here and there. Use of interesting things to show them in pots as tea, bottles, bottles of water. A single white rose in a small vase next to the sink in the bathroom remind your friends and family that you care about every detail.
6. Pillows - Set your decorative pillows with floral white or cream chairs, benches, and an unexpected areas inviting comfortable atmosphere, while adding an extra seat.
7. Cushion covers - If you have no furniture and slip-covered and pre-made covers are relatively inexpensive boxes purchased in various stores. The benefits of your furniture covers protect your furniture during the holiday season occasional spill. Just take off and throw them in your washing machine, Pls your guests have left.
decoration in a shabby chic cottage Brings joy and elegance of the Christmas holidays. It is a charming family, friendly, and relatively inexpensive. Decorate with the things you love and warmth of the season fill your home seriously. Happy Holidays from our house to yours.
Langganan:
Postingan (Atom)






