Komunikasi yang nyambung dan interaktif di ruang tamu bisa jadi salah satu ciri keramahan sang tuan rumah. Nah, aksen batik ternyata bisa memperkuat kesan ramah itu.
Batik, budaya menghias kain agar terlihat menarik merupakan salah satu kelebihan yang terpendam dari bangsa Indonesia. Olahannya yang relatif rumit, seolah menggambarkan jalinan perbedaan yang bisa diikat dalam sebuah komposisi keindahan. Batik adalah salah satu bentuk bahasa visual yang indah, yang memberikan makna pada setiap warna dan motifnya. Tak heran, setiap batik memiliki pesan yang berbeda untuk setiap tempat dan setiap suasana.
Anda bisa menempatkan batik di ruang tamu atau ruang keluarga. Kedua ruang ini merupakan ruang interaksi, ruang tempat berbagi cerita dan makna. Tentunya wadah interaksi in semakin bermakna dan inspiratif dengan aksen-aksen batik sebagai background ruang atau elemen ruang. Menempatkan batik di ruang tamu, bisa jadi cara jitu menghidupkan suasana.
Erwin Yap, seorang ahli fengshui dan baca wajah, adalah pemilik ruang tamu ini. Kegemarannya akan batik terbukti di setiap sudut ruang. Selalu ada batik disana. Mulai dari aksen batik di atas poef, di bantal-bantal kursi, dan pada vas bunga hias, semua terkena sentuhan “cinta batik”-nya Erwin Yap. Anda tertarik untuk menghidupkan suasana ramah di ruang tamu? Cara ini bisa dicoba. (Source: iDEA/Indra Zaka Permana, Foto: Dean Martin Saerang)
Tampilkan postingan dengan label Desain Interior. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Interior. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Desember 2010
Selasa, 16 November 2010
Tampil Menarik dengan Interior Modern Klasik
Gaya klasik kerap kali identik dengan tampilan kuno. Maklum saja, inspirasi gaya ini hadir dari Eropa pada era Victorian. Meski menggemari gaya yang satu ini, tidak berarti rumah kita jadi tampak tua. Untuk mengakalinya, coba saja padukan dengan sentuhan-sentuhan modern di sana-sini.
Seperti ruang keluarga dalam foto ini. Tampilannya kental dengan gaya klasik. Terlihat dari ornamen lengkung dan ukiran khas Eropa, pada cermin, lemari buffet , meja, dan bingkai sofa. Tapi melihat ke ruangan ini, kita tidak lantas merasakan suasana kuno? Hal ini dikarenakan adanya sentuhan elemen modern.
Apa saja elemen modern yang ada di sini? Pertama, lampu gantung, di sisi sofa. Lampu gantung berdesain sederhana, bergaya modern. Bentuk sederhana ini membuat ruangan bergaya klasik, yang sarat dengan furnitur besar ini, terasa lebih ringan dan seimbang.
Satu lagi sentuhan modern di ruangan ini, adalah gorden. Lazimnya, ruangan-ruangan bergaya klasik, menggunakan gorden dengan motif besar dan berwarna keemasan. Bahannya pun dipilih yang tebal dan berkesan berat. Sebaliknya dengan ruangan yang satu ini. Si empunya rumah memilih kain gorden polos untuk menyeimbangkan tampilan furnitur yang sudah dipenuhi ornamen. Pilihan warna netral senada dengan warna upholstery dan cushion .
Tambahan lagi, tumbuh-tumbuhan hijau, membuat ruangan ini terasa lebih lembut dan hidup. Hasilnya, meski diberi sentuhan modern, ruangan ini tidak kehilangan keanggunan ala gaya klasiknya. Tapi tidak juga berkesan berat dan kuno. Segala sesuatu yang seimbang, memang lebih nyaman. (source: ideaonline.co.id, foto: http://www.countryliving.com)
Seperti ruang keluarga dalam foto ini. Tampilannya kental dengan gaya klasik. Terlihat dari ornamen lengkung dan ukiran khas Eropa, pada cermin, lemari buffet , meja, dan bingkai sofa. Tapi melihat ke ruangan ini, kita tidak lantas merasakan suasana kuno? Hal ini dikarenakan adanya sentuhan elemen modern.Apa saja elemen modern yang ada di sini? Pertama, lampu gantung, di sisi sofa. Lampu gantung berdesain sederhana, bergaya modern. Bentuk sederhana ini membuat ruangan bergaya klasik, yang sarat dengan furnitur besar ini, terasa lebih ringan dan seimbang.
Satu lagi sentuhan modern di ruangan ini, adalah gorden. Lazimnya, ruangan-ruangan bergaya klasik, menggunakan gorden dengan motif besar dan berwarna keemasan. Bahannya pun dipilih yang tebal dan berkesan berat. Sebaliknya dengan ruangan yang satu ini. Si empunya rumah memilih kain gorden polos untuk menyeimbangkan tampilan furnitur yang sudah dipenuhi ornamen. Pilihan warna netral senada dengan warna upholstery dan cushion .
Tambahan lagi, tumbuh-tumbuhan hijau, membuat ruangan ini terasa lebih lembut dan hidup. Hasilnya, meski diberi sentuhan modern, ruangan ini tidak kehilangan keanggunan ala gaya klasiknya. Tapi tidak juga berkesan berat dan kuno. Segala sesuatu yang seimbang, memang lebih nyaman. (source: ideaonline.co.id, foto: http://www.countryliving.com)
Senin, 15 November 2010
Interior Oriental yang Selalu Menawan
Gaya interior sekarang ini makin banyak ragamnya. Salah satu tema yang selalu up to date dan kerap dipakai lantaran tak pernah lekang oleh waktu adalah gaya Oriental. Tidak saja interior rumah tinggal dan perkantoran, namun juga commercials space seperti hotel, restoran, cafe, dan sebagainya. Gaya oriental merupakan bawaan dari budaya Ketimuran yang berkembang di wilayah Cina, Jepang, Korea, hingga Vietnam, Thailand, bahkan Persia. Kebudayaan pada masa kejayaan Kekaisaran di Istana Cina dan Jepang membawa dampak yang kuat dan menjadi akar budaya kehidupan masyarakatnya. Budaya ini terus menerus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dalam berbagai bentuk termasuk segi arsitektural bangunan.Konsep oriental pada bangunan biasanya muncul pada bentuk bangunan secara fisik/eksterior maupun interiornya. Meliputi bentuk atap, layout ruang, bentuk bangunan/unsur dinding bangunan, pintu gerbang/entrance, sampai kepada jenis furniture dan aneka aksen/ornamen ruang. Pada gaya rumah modern masa kini, konsep oriental ini mengalami evolusi yang luar biasa. Kekayaan bentuk yang terus dieksplorasi oleh para perancang menjadikan kesan oriental dengan mudah diaplikasikan kepada jenis-jenis bangunan modern. Bentuk gate/pintu gerbang dan pengolahan unsur dinding dalam ruang/bangunan merupakan salah satu contoh fisik yang langsung tampak dari luar. Sedangkan pemilihan aksen/ornamen kunci dan furniture pada interior akan memudahkan terciptanya gaya oriental di dalam ruang Anda.
Sebagai contoh pada style Japanesse interior, penggunaan material dekorasi interior dan furnitur dari kayu. Gaya oriental cenderung kental dengan warna natural. Unsur alami seperti kayu, batu alam, bambu, dan lukisan dinding dari kertas lebih sering dipakai. Unsur lainnya yang populer dalam interior bergaya Oriental adalah abjad China atau dikenal dengan Conji (huruf Kanji) yang biasa ditulis menjadi kaligrafi China pada lembar kertas yang dipajang pada dinding dan menjadi aksen/ornamen kunci pada ruang. Sentuhan gaya oriental juga tercermin dalam pemilihan warna merah, emas, hitam, dan putih untuk tema ruang. Beberapa item Oriental yang dapat digunakan untuk mendekorasi rumah misalnya bambu, simbol keagamaan, ornamen etnik, dan hiasan dinding bergambar/lukisan naga atau bunga teratai.
Untuk rumah mungil yang tetap ingin menggunakan konsep oriental namun juga tidak meninggalkan konsep rumah hijau, cobalah untuk menata sebidang taman kering kecil di dalam rumah. Karena konsep inner garden sebenarnya telah ada pada layout rumah Jepang masa lampau. Unsur untuk inner garden, dengan atau tanpa unsur air adalah batu alam baik ukuran besar maupun kecil, pasir/kerikil, bambu/tanaman lain yang efisien ruang, dan tempat lampu dari batu. Tambahan lighting akan mempercantik inner garden di rumah Anda. (source: http://news.id.msn.com, foto: www.livingpod.org)
Langganan:
Postingan (Atom)